Alasan Personal Branding Di Media Sosial Itu Penting Bagi Milenial

Alasan Personal Branding Di Media Sosial Itu Penting Bagi Milenial

Alasan Personal Branding Di Media Sosial Itu Penting Bagi Milenial

Bagi sebagian orang media sosial hanya dijadikan sebagai tempat untuk menunjukan eksistensinya. Beberapa dari mereka justru hanya sekadar mengunggah ha-hal yang disukai saja, tak heran jika konten yang mereka bagikan masih sembarang. Yups, hanya sekadar untuk bersenang-senang. Padahal selain menjadi media komunikasi yang efektif, saat ini media sosial bisa menjadi tempat bagi anda untuk membangun personal branding.

Alasan Personal Branding Di Media Sosial Itu Penting Bagi Milenial

Untuk era digital saat ini tentu membangun branding merupakan hal yang penting, bukan hanya untuk sebuah perusahaan atau produk tertentu saja, namun bagi diri sendiri juga harus. Saat ini ratusan juta orang telah menjadi pengguna aktif media sosial, ada banyak jenis media sosial yang digunakan mulai dari Instagram, Facebook, LinkedIn, YouTube dan lain sebagainya. Dengan adanya personal branding, akan lebih mudah bagi para audiens/pengikut anda untuk mengenali siapa diri anda.

Semua jenis media sosial tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Sehingga sebelum membangun personal branding anda harus bijak memilih media sosial mana yang tepat untuk membangun branding diri anda. Personal branding bisa dibilang seperti menciptakan citra diri anda tanpa harus mengenal secara langsung. Dengan personal branding anda bisa menawarkan diri anda kepada sebuah perusahaan yang memiliki visi sesuai dengan citra anda.

Bagi kita yang hidup di era digital tentu personal branding sangatlah penting, generasi millenial tentu harus mengikuti perkembangan zaman jika tidak ingin tertinggal oleh orang-orang sekitar. Bagi anda yang masih bingung perlukah membangun personal branding di media sosial simak beberapa alasan berikut ini.

1.      Personal branding dapat membangun citra diri anda

Seperti yang telah dijelaskan di atas, membangun citra diri atau pencitraan merupakan salah satu elemen yang penting dari personal branding. Di tahun 1997, Tom Peters menggunakan strategi personal branding pada karyawan perusahaan sebagai ikan gratis bagi perusahaan dan CEO-nya. Caranya, para karyawan berperilaku seperti layaknya nilai-nilai yang diadopsi oleh perusahaan. Dengan melihat tingkah laku para karyawan, orang-orang akan teringat oleh perusahaan dimana mereka bekerja. Sedangkan personal branding digunakan untuk diri sendiri bertujuan untuk mengampanyekan nilai-nilai yang anda anut kepada orang-orang.  Anda bisa mengampanyekan nilai-nilai hidup anda melalui konten yang diunggah di media sosial secara konsisten. Sehingga para pengikut anda akan mengasosiasikan dirinya dengan apa yang anda sampaikan.

2.      Belajar menjadi seorang profesional

Dalam sebuah riset “The Impact of Executive Personal Branding on Non-Profit Perception and Communications” menjelaskan jika media sosial tidak hanya digunakan untuk menulis profil, namun anda bisa menggunakan media sosial untuk meningkatkan reputasi diri. Dikutip dalam penelitian tersebut “From Personal to Profesonal.” Saat anda mencantumkan atribut profesional pada profil seperti nama perusahaan atau universitas tempat anda belajar/bekerja. Maka saat anda melakukan tindakan yang keliru di media sosial, maka bos andalah yang meminta maaf. Membangun personal branding yang positif akan membantu anda untuk meningkatkan profesionalisme. Sehingga jangan sampai anda menyalahgunakan media sosial.

3.      Mendapatkan pekerjaan

Anda perlu tahu jika saat ini banyak orang yang memperoleh tawaran pekerjaan dari ‘added values’ yang mereka ekspose di media sosial.  Hal ini tentu berkaitan dengan personal branding yang dibangun. Misalnya anda menyukai hal-hal yang bersifat akademik, anda rutin menyebarkan informasi dan kegiatan sosial mengajar ke anak-anak. Dengan konten positif yang anda bagikan maka tidak menutup kemungkinan jika anda akan diajak kerja sama oleh perusahaan atau institusi yang berkaitan dengan dunia pendidikan pula. Entah menjadi brand ambassador atau diajak untuk bekerja.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *